Sabtu, 11 Februari 2012

Segala puji hanya milik Alllah, zat yang maha mengatur alam semest. Dialah yang memberikan nikmat kepada kita, terutama nimat yang paling besar nyatanya nikmat iman dan islam. Tak lupa shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada nabi akhir zaman, nabi Muhammad SAW, kepada para keluarganya, para sahabatnya, serta kepada seluruh umatnya yang senantiasa tunduk dan patuh pada ajaranya hingga yaumil akhir.
Rekan-rekan sekalian, kita sebagai umat muslim harus bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya. Seperti halnya allah menciptakan kita sebagai manusia untuk beribadah kepada allah. Dengan demikian, kita sebagai seoraang muslim harus tahu diri dan menempatkan diri kita sesuai pada tempatnya sebagai abdi allah yang senentiasa beribadah kepada-Nya. Jangan sampai kita berpaling dari jalan yang di ridhai allah, menjadi hambanya syetan, hambanya hawa nafsu, serta hamba dunia yang bersifat fana dan sewaktu-waktu dapat membinasakan kita.
allah SWT berfirman dalam QS al-baqarah ayat 57 yang artinya:
“dan tidaklah merek mendzalimi kami, akan tetapi merekalah yang mendzalimi diri mereka sendiri”
Rekan-rekan sekalian, sebelumnya kita harus tahu apa dzalim itu ?
Dzalim itu  “menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya yang sudah ditentukan baginya.”
Sedangkan menurut syar’I dzalim adalah melanggar batas-batas kebenaran baik sedikit mapun banyak.
Sifat dzalim itu mencakup dosa besar dan kecil. Dan secara ijmali (garis besar) dzalim terbagi ke dalam 3 bagian :
  1. Kedzaliman manusia kepada tuhannya, seperti musyrik, dusta dengan mengatas namakan allah, dll
  2. Kedzaliman manusia kepada sesame makhluk, seperti pembunuhan secara tidak hak, menggugurkan kandungan, penganiayaan, pencurian, dan perjudian.
  3. Kedzaliman manusia kepada dirinya sendiri, seperti bunuh diri, melukai diri sendiri sebagamana yang dilakukan oleh orang-orang syi’ah ketka memperingati hari kematian al-husaian bin ali. Mereka melakukan mogok makan dan melakukan kemaksiatan-kemaksiatan sampai ada diantara mereka yang mati.
Semua bentuk kedzaliman yang dilakukan pada hakikatnya mendzalimi diri sediri. Karena meskipun kita merasa orang lainla yang terdzalimi, akibat dari perbuatan dzalim itu kitalah yang menenggungnya dan disadari atau tidak akibat nya tersebu akan menimpa kita. Sebagaimana tadi telah dijelaskan dalam QS al-baqarah ayat 57.
Oleh karena itu apabla kita pernah berbuat dzalim. Segeralah bertaubat kepada allah dan meminta maaf kepada orang yang perna kita dzalimi. Sesungguhnya dzalim itu dapat menghapus pahala dan menambah dosa. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh imam muslim bahwa rasulullah saw pernah menjelaskan :”orang muflis (orang yang pada hari kiamat membawa pahala shalat, zakat, saum, akan tetapi mereka waktu di dunia pernah mendzalimi orang, maka pahala amal shalehnya akan diberikankepada orang yang terdzalimi. Dan apabila pahalanya sudah habis akan dibebankan dosanya kepada orang yang mendzalimi.
Mudah-mudahan kita diberi keistiqamahan oleh allah agar kita dapat menjaga keimanan perasaan kita, perasaan orang lain, dan semoga hubungan kita dengan allah dan sesame mahluk terjalin harmonis.
Mungkin cukup sekian dari saya, mudah-mudahan bermanfaat. Mohon maaf atas segala kesalahan serta kekurangan saya. Yang haq datangya dari allah dan yang selah datagya dari kesalaan saya pribadi.terima kasih atas segala perhatiannya.
ASSALAMMU’ALAIKUM WR WB…..

ADA APA DENGAN DO’A KITA ??

Puji dan syukur mari kita panjatkan kepada illahi rabbi yang telah memberikan kita nikmat, hidayah, serta inayah-Nya. Sepatutnya kita mensyukuri segala nkmat tersebut dengan cara menggunakannya sesuai dengan aturan syari’at islam.
Tak lupa shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada nabi kita, nabi akhir zaman, nyatanya Nabi Muhammad SAW yang seharusnya kita pegang teguh apa yang menjadi mu’jizat terbesarnya serta sunnah-sunnahnya yaitu al-qur’an dan hadist. Keduanya merupakan pusaka, warisan dari nabi kita .insya allah kita akan bahagia di dunia dan akhirat jika kita benar-benar melaksanakan aturan sesuai dengan al-qur’an dan hadist.
Rekan-rekan sekalian yang saya hormati, terkadang kita merasa heran saat kita senantiasa berdo’a memohon kepada Allah SWT dan do’a kita jarang dikabulkan atau di ijabah. Apakah ada yang salah?? Apakah kita salah berdo’a atau apakah do’a yang kita panjatkan yang salah??
Ada apa dengan do’a kita?
Rekan-rekan sekalian Allah SWT berfirman dalam al-qur’an surat al-mu’minun ayat 60 :
tA$s%ur ãNà6š/u þÎTqãã÷Š$# ó=ÉftGór& ö/ä3s9 ……
60. dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. ".
Rekan-rekan sekalian Allah SWT memerintahkan kepada kita supaya kita berdo’a kepada kepada-Nya. Dan ketika kita berdo’a kepada-Nya pasti allah akan mengabulkan do’a kita. Dan Allah tidak pernah mengingkari janjinya.  Tapi, kenapa terkadang  bahkan sering kita merasa bahwa do’a kita tidak di Kabul oleh Allah SWT.
Rekan-rekan sekalian,masih banyak orang-orang yang mengartikan ijabah itu hanya sebatas diberikannya apa-apa yang dimintanya atau menganggapijabah itu dikabulkannya segala keinginannya pada waktu yang ia inginkan. Maka, jika segala keinginannya allah kabulkan dalam bentuk lain dan pada saat yang lain di mana itu lebih baik bagi seseorang tersebut, orang tersebut akan merasa do’anya idak dikabulkan oleh allah .
Kita harus tahu terlebih dahulu makna ijabah dan bentuk dari iabah itu sendiri.
Ijabah artinya jawaban atau pemenuhan atas suatu permohonan.
Ijabah bagi orang yang beriman merupakan anugrah berupa keberkahan hidaup di dunia dan di akhirat. Sebagaimana telah dijelaskan dalam sebuah hadist riwayat imam malik,
Dari sahabat malik dan zaid bin aslam, bahwa rasulullah saw bersabda:
“setiap permohonan yang memohon niscaya berada diabtara tiga keadaan: apakah di ijabah seperti yang diinginkannya, dinantikan balasan di akhirat, aau diampuni dosa-dosanya.
Di dalam hadist lain dijelaskan yang diriwayatkan oleh ath-thabrani dan abi sa’id.
“Ada tiga macam bentuk ijabah sebuah do’a: disegerakkan di dunia, ditabungkan untuk diberikan di akhirat,atau dicegah dari bencana yang sebanding.”
Dari kedua hadist tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa bentuk ijabah ada beberapa macam diantaranya:
  1. Diijabah sesuai yang diinginkan.
  2. Disegerakan di dunia.
  3. Ditangguhkan/ ditabung untuk diberikan di akhirat.
  4. Ijabah dalam bentuk penghapusan dosa.
  5. Dicegah dari bencana.
Rekan-rekan sekalian sesungguhnya Allah lebih tahu yang terbaik bagi hambanya. Oleh karena itu, kita harus tahu penghalang do’a kita tidak dkabulkan:
  1. Suudzdzan billah atau buruk sangka kepada Allah. Merasa diri  lebih tahu daripada Allah. Merasa diri dikucilkan dan menyangka Allah pilih kasih.
  2. Meminta disegerakan dan memaksaka kehendak. Merasa diri diabaikan, tidak memiliki kesabaran. Dalam sebuah hadist riwayat Ahmad dari ibnu majah, Rosulullah SAW bersabda, senantiasa akan diijabah bagi seorang diantara kamu, selama tidak memaksa disegerakan, yaitu dengan berkata aku telah berdo’a tetapi tidak diijabah.
Berdo’a itu memerlukan kekhusuan dan rasa optimis akan doa tersebut.
  1. Dosa (besar maupun kecil). Orang yang suka melakukan dosa, do’anya akan terhalang sekalipun isi do’anya itu baik. Termasuk orang yang tidak memelihara perutnya dari makanan dan minuman yang haram. Disamping do’anya tidak terkabul, neraka juga meupakan tempat peristirahatan yang paling pantas baginya.
Rekan-rekan sekalian, ketika kita akan berdo’a, sebelimnya dianjurkan memperbaiki diri kita. Penuhi diri kita dengan amal shaleh dan membersihkan diri dari amal jelek. Serta harus disertai baik sangka kepada Allah, memujinya terlebih dahulu. Merendahkan diri dan tidak dengan suara yang nyaring. Dan jangan lupa dalam berdu’a kita harus sabar dan tawakal.
Mungkin cukup sekian yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan ada guna serta manfa’atya, khusus bagi saya pribadi, dan umum bagi kita semua yang berada disini.mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan. Dan terimakasih atas segala perhatianya.
Asss.....................

mengapa harus mencari ilmu?


Sahabat 2ku sekalian karena innamal a’malu binniat,,sebelumnya mari kita luruskan niat dan tujuan kita berada di tempat dan acara yang penuh berkah ini dalam sebuah ikatan yang insya allah di ridhai allah swt. Ketika kita tidak tahu tujuan maka kitapun akan bingung apa yang sedang kita lakukan dan apa yang hendak kita akukan selanjutnya.
Jadi...
Untuk apa kita datang ke tempat ini?? Apa tujuan kita datang ke sini??
Mungkin jika saya keluarkan pertanyaan demikian anda semua akan menjawab menuntut ilmu. Karena kita ketahui bahwa majelis ini memang sarana untuk thalabul ilmu. Dan yang menjawab adalah mulut. Dan kata yang kaluar dari mulut itu atas perintah dari otak yang berasal entah dari akal atau dari hati nurani. Tapi mari kita jadikan niat adan tujuan kita dating kesini untuk menuntut ilmu itu tujuan utama kita yang di iatkan dari hati nurani dengan ikhlas. Supaya kita semangat dan dapat mengambil banyak manfaat dari segala kegiatan kita majlis ini.
Sahabat ,,saat niat dan tujuan sudah mantap menuntut ilmu tapitahukah kita apa ilmu itu??
Dari artikel yang sayatemukan di wikipedia ilmu merupakan usaha yang secara sadar dilakukan untuk membah pemahaman manusia. Ilmu tidak hanya sekedar pengetahuan, meskipun pengetahuan juga termasuk ilmu tappi ilmu lebih dari sekedar itu. Jika di lihat dari definisi di atas ilmu didapat dari usaha kita berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang kita miliki.
  Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia ilmu itu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) itu.
Masih banyak definisi tentang apa itu ilmu. Tapi sederhananya secara  bahasa ilmu berasal dari bahasa arab yang berarti pengetahuan. Para ulama mendefinisikan ilmu sebagai pengetahuan akan kebenaran berdasarkan dalil (hujjah), atau penemuan terhadap sesuatu secara hakiki.
Setelah kita ketahui sedikit tentang ilmu, lalu mengapa kita harus mencari atau menuntut ilmu? Apa alasannya?
Sahabat mungkin akan menjawab karena sebagai umat islam kita diwajibkan untuk menuntut ilmu dari buaian hingga kita di masukkan ke liang lahat, meskipun harus mencarinya ke tempat yang sangat jauh.
Perlu kita ketahui bahwa betapa besar perhatian islam terhadap ilmu. Itu tergambar pada kewajiban umat islam untuk menuntut ilmu dimanapun sampai kapanpun. Dalam alqur’an pun kata ilmu dan kata jadiannya jika di hitung lebih dari 700 kali di sebutkan dalam alqur’a. itu menunjukkan betapa besar perhatian islam terhadap ilmu.
Kenapa sampai demikian? Karena ilmu itu sangat penting bagi kelangsungan hidup  manusia. Tanpa ilmu kita tidak akan bias seperti sekarang dan berada di tempat ini. Kita tidak akan bisa makan karena tidak tahu ilmu bagaimana cara makan, apa yang harus dimakan, dan kenapa kita harus makan. Kita tidak bisa berjalan, berlari, duduk, berpakaian, bahkan tanpa ilmu mungkin kita tidak tahu apakan kita saat ini masih bisa bertahan hidup seperti saat ini. Maka dari itu ilmu sangat penting bagi khidupan manusia.
Jadi apa alasan kita di wajibkan menuntut ilmu? Jawabannya sudah jelas karena kita sangat membutuhkan ilmu tersebut. Disadari atau tidak kita sebagai manusia tu sangat membutuhkan yang namanya ilmu. Apapun bentuk dan jenis dari ilmu tersebut, sepanjang kita punya dasar keimanan yang kuat dalam mencari dan memahaminya. Karena jika tidak diiringi keimanan kelak suatu saat ilmu itu bisa menyesatkan kita.
Sahabat,,,allah swt menciptakan kita dengan kesempurnaan. Dimana kekurangan dan kelebihan kita merupakan bagian dari kesempurnaan tersebut. Meskipun Menurut saya sebenarnya kita itu diciptakan atau dilahirkan dengan segala kelebihan tanpa kekurangan. Hanya kita saja yang sangat sulit dalam bersyukur. 
Sahabat…salah satu kelebhan kita di banding dengan makhluk lainnya adalah kita di berikan akal pikiran oleh allah swt. Tapi akal tersebut hanyalahsebuah wadah kosaong yang harus kita isi. Isi dari akal itu adalah ilmu. Tanpa ilmu akal tersebutakan hampa dan takaan bermanfaat dalam kehidupan kita.
Kalau dilihatdai segi anatomi tubuh kita otak itu lunak. Mengapa otak itu lunak sedangkan itu merupakan inti dari syaraf pada tubuh. Hal itu karna supaya otak kita itu elastic dan dapat berkembang serta menampung seluruh ilmu yang kita dapatkan. Oleh sebab itu kita harus senantiasa mengisi akal dengan ilmu agar wadah dari allah tidak mubazir.
Sahabat jika kita perhaikan pula 3 organ pada tubuh kita yaitu otak, jantung, dan lambung(perut) ketiganya meruakan organ yang penting dalam tubuh kita. Tapi jika kita perhatikan lambung hanya di lindungilapisan selaput, gaji, dan kulit perut, jantung dilindung dengan barisan tulang rusuk yang masih pula bercelahdi mana celah tersebut hanya di isi dengan daging (otot) yang lunak. Sedangkan otak kita dilindungi dengan tulang tengkorak yang rapat dan kuat. Itu menunjukkan allah sangat memperhatikan ilmu dalam akal(otak) manusia dan  betapa pentingnya ilmu itu.
Nah,,,sahabat mungkin cukup sekian yang dapat saya sampaikan. Semoga hal yang sedikit dan sangat singkat ini mengandung banyak manfa’at khusus untuk saya da umum untuk kita semua ang berada di tempat ini. Mari kita pertahankan dan tingkatkan semangat kita dalam menuntut ilmu. Jangan sampai menyesal di hari tua karna kepala penuh uban namun tak ada manfaat dibalik gundukan helai uban tersebut.
Wassalam….!!!