Segala puji hanya milik Alllah, zat yang maha mengatur alam semest. Dialah yang memberikan nikmat kepada kita, terutama nimat yang paling besar nyatanya nikmat iman dan islam. Tak lupa shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada nabi akhir zaman, nabi Muhammad SAW, kepada para keluarganya, para sahabatnya, serta kepada seluruh umatnya yang senantiasa tunduk dan patuh pada ajaranya hingga yaumil akhir.
Rekan-rekan sekalian, kita sebagai umat muslim harus bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya. Seperti halnya allah menciptakan kita sebagai manusia untuk beribadah kepada allah. Dengan demikian, kita sebagai seoraang muslim harus tahu diri dan menempatkan diri kita sesuai pada tempatnya sebagai abdi allah yang senentiasa beribadah kepada-Nya. Jangan sampai kita berpaling dari jalan yang di ridhai allah, menjadi hambanya syetan, hambanya hawa nafsu, serta hamba dunia yang bersifat fana dan sewaktu-waktu dapat membinasakan kita.
allah SWT berfirman dalam QS al-baqarah ayat 57 yang artinya:
“dan tidaklah merek mendzalimi kami, akan tetapi merekalah yang mendzalimi diri mereka sendiri”
Rekan-rekan sekalian, sebelumnya kita harus tahu apa dzalim itu ?
Dzalim itu “menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya yang sudah ditentukan baginya.”
Sedangkan menurut syar’I dzalim adalah melanggar batas-batas kebenaran baik sedikit mapun banyak.
Sifat dzalim itu mencakup dosa besar dan kecil. Dan secara ijmali (garis besar) dzalim terbagi ke dalam 3 bagian :
- Kedzaliman manusia kepada tuhannya, seperti musyrik, dusta dengan mengatas namakan allah, dll
- Kedzaliman manusia kepada sesame makhluk, seperti pembunuhan secara tidak hak, menggugurkan kandungan, penganiayaan, pencurian, dan perjudian.
- Kedzaliman manusia kepada dirinya sendiri, seperti bunuh diri, melukai diri sendiri sebagamana yang dilakukan oleh orang-orang syi’ah ketka memperingati hari kematian al-husaian bin ali. Mereka melakukan mogok makan dan melakukan kemaksiatan-kemaksiatan sampai ada diantara mereka yang mati.
Semua bentuk kedzaliman yang dilakukan pada hakikatnya mendzalimi diri sediri. Karena meskipun kita merasa orang lainla yang terdzalimi, akibat dari perbuatan dzalim itu kitalah yang menenggungnya dan disadari atau tidak akibat nya tersebu akan menimpa kita. Sebagaimana tadi telah dijelaskan dalam QS al-baqarah ayat 57.
Oleh karena itu apabla kita pernah berbuat dzalim. Segeralah bertaubat kepada allah dan meminta maaf kepada orang yang perna kita dzalimi. Sesungguhnya dzalim itu dapat menghapus pahala dan menambah dosa. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh imam muslim bahwa rasulullah saw pernah menjelaskan :”orang muflis (orang yang pada hari kiamat membawa pahala shalat, zakat, saum, akan tetapi mereka waktu di dunia pernah mendzalimi orang, maka pahala amal shalehnya akan diberikankepada orang yang terdzalimi. Dan apabila pahalanya sudah habis akan dibebankan dosanya kepada orang yang mendzalimi.
Mudah-mudahan kita diberi keistiqamahan oleh allah agar kita dapat menjaga keimanan perasaan kita, perasaan orang lain, dan semoga hubungan kita dengan allah dan sesame mahluk terjalin harmonis.
Mungkin cukup sekian dari saya, mudah-mudahan bermanfaat. Mohon maaf atas segala kesalahan serta kekurangan saya. Yang haq datangya dari allah dan yang selah datagya dari kesalaan saya pribadi.terima kasih atas segala perhatiannya.
ASSALAMMU’ALAIKUM WR WB…..
