Puji dan syukur mari kita panjatkan kepada illahi rabbi yang telah memberikan kita nikmat, hidayah, serta inayah-Nya. Sepatutnya kita mensyukuri segala nkmat tersebut dengan cara menggunakannya sesuai dengan aturan syari’at islam.
Tak lupa shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada nabi kita, nabi akhir zaman, nyatanya Nabi Muhammad SAW yang seharusnya kita pegang teguh apa yang menjadi mu’jizat terbesarnya serta sunnah-sunnahnya yaitu al-qur’an dan hadist. Keduanya merupakan pusaka, warisan dari nabi kita .insya allah kita akan bahagia di dunia dan akhirat jika kita benar-benar melaksanakan aturan sesuai dengan al-qur’an dan hadist.
Rekan-rekan sekalian yang saya hormati, terkadang kita merasa heran saat kita senantiasa berdo’a memohon kepada Allah SWT dan do’a kita jarang dikabulkan atau di ijabah. Apakah ada yang salah?? Apakah kita salah berdo’a atau apakah do’a yang kita panjatkan yang salah??
Ada apa dengan do’a kita?
Rekan-rekan sekalian Allah SWT berfirman dalam al-qur’an surat al-mu’minun ayat 60 :
tA$s%ur ãNà6/u þÎTqãã÷$# ó=ÉftGór& ö/ä3s9 ……
60. dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. ".
Rekan-rekan sekalian Allah SWT memerintahkan kepada kita supaya kita berdo’a kepada kepada-Nya. Dan ketika kita berdo’a kepada-Nya pasti allah akan mengabulkan do’a kita. Dan Allah tidak pernah mengingkari janjinya. Tapi, kenapa terkadang bahkan sering kita merasa bahwa do’a kita tidak di Kabul oleh Allah SWT.
Rekan-rekan sekalian,masih banyak orang-orang yang mengartikan ijabah itu hanya sebatas diberikannya apa-apa yang dimintanya atau menganggapijabah itu dikabulkannya segala keinginannya pada waktu yang ia inginkan. Maka, jika segala keinginannya allah kabulkan dalam bentuk lain dan pada saat yang lain di mana itu lebih baik bagi seseorang tersebut, orang tersebut akan merasa do’anya idak dikabulkan oleh allah .
Kita harus tahu terlebih dahulu makna ijabah dan bentuk dari iabah itu sendiri.
Ijabah artinya jawaban atau pemenuhan atas suatu permohonan.
Ijabah bagi orang yang beriman merupakan anugrah berupa keberkahan hidaup di dunia dan di akhirat. Sebagaimana telah dijelaskan dalam sebuah hadist riwayat imam malik,
Dari sahabat malik dan zaid bin aslam, bahwa rasulullah saw bersabda:
“setiap permohonan yang memohon niscaya berada diabtara tiga keadaan: apakah di ijabah seperti yang diinginkannya, dinantikan balasan di akhirat, aau diampuni dosa-dosanya.
Di dalam hadist lain dijelaskan yang diriwayatkan oleh ath-thabrani dan abi sa’id.
“Ada tiga macam bentuk ijabah sebuah do’a: disegerakkan di dunia, ditabungkan untuk diberikan di akhirat,atau dicegah dari bencana yang sebanding.”
Dari kedua hadist tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa bentuk ijabah ada beberapa macam diantaranya:
- Diijabah sesuai yang diinginkan.
- Disegerakan di dunia.
- Ditangguhkan/ ditabung untuk diberikan di akhirat.
- Ijabah dalam bentuk penghapusan dosa.
- Dicegah dari bencana.
Rekan-rekan sekalian sesungguhnya Allah lebih tahu yang terbaik bagi hambanya. Oleh karena itu, kita harus tahu penghalang do’a kita tidak dkabulkan:
- Suudzdzan billah atau buruk sangka kepada Allah. Merasa diri lebih tahu daripada Allah. Merasa diri dikucilkan dan menyangka Allah pilih kasih.
- Meminta disegerakan dan memaksaka kehendak. Merasa diri diabaikan, tidak memiliki kesabaran. Dalam sebuah hadist riwayat Ahmad dari ibnu majah, Rosulullah SAW bersabda, senantiasa akan diijabah bagi seorang diantara kamu, selama tidak memaksa disegerakan, yaitu dengan berkata aku telah berdo’a tetapi tidak diijabah.
Berdo’a itu memerlukan kekhusuan dan rasa optimis akan doa tersebut.
- Dosa (besar maupun kecil). Orang yang suka melakukan dosa, do’anya akan terhalang sekalipun isi do’anya itu baik. Termasuk orang yang tidak memelihara perutnya dari makanan dan minuman yang haram. Disamping do’anya tidak terkabul, neraka juga meupakan tempat peristirahatan yang paling pantas baginya.
Rekan-rekan sekalian, ketika kita akan berdo’a, sebelimnya dianjurkan memperbaiki diri kita. Penuhi diri kita dengan amal shaleh dan membersihkan diri dari amal jelek. Serta harus disertai baik sangka kepada Allah, memujinya terlebih dahulu. Merendahkan diri dan tidak dengan suara yang nyaring. Dan jangan lupa dalam berdu’a kita harus sabar dan tawakal.
Mungkin cukup sekian yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan ada guna serta manfa’atya, khusus bagi saya pribadi, dan umum bagi kita semua yang berada disini.mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan. Dan terimakasih atas segala perhatianya.
Asss.....................
Posting Komentar